"Harganya murah, semakin digoreng semakin gurih, semakin sering dimakan semakin tinggi juga kolesterol, makin tinggi kolesterol makin besar presentase terkena penyakit jantung koroner, diabetes dan stroke, dan kalo udah kena penyakitnya makin cepat juga akhir hidup anda."
Menurut Doktor Rustika dalam Ilmu Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, masyarkat pada umumnya menggunakan minyak goreng untuk mengolah makanan, baik untuk lauk maupun makanan kecil. Makanan itulah yang dikenal sebagai makanan gorengan. Rasanya yang gurih, renyah dan harga murah, membuat orang menyukainya,". Padahal, makanan gorengan yang digoreng dengan minyak yang mengandung asam lemak jenuh apabila dikonsumsi akan dimetabolisme, akhirnya akan meningkatkan profil lipid dalam darah.
Rustika dalam disertasinya yang lulus dengan predikat cumlaude itu, juga mengatakan, seseorang yang berisiko profil lipid dalam darah tinggi adalah mereka yang mengonsumsi asam lemak jenuh 16,71 persen total energi. Ini berarti bila seseorang mengonsumsi energi 1.600 kkal, maksimum konsumsi asam lemak jenuh 25,8 g per hari.
Pada populasi yang diteliti, dari 29,70 gram per hari asam lemak jenuh yang dikomsumsi, 5,93 gram perhari berasal dari makanan non-gorengan. Sedangkan 23,77 gram perhari, merupakan makanan gorengan.Dari 23,77 g per hari asam lemak jenuh setara dengan tiga potong jenis makanan gorengan lauk dan lima potong makanan selingan atau dua potong lauk dan delapan potong makanan selingan.
"Hasil penelitian ini perlu diinformasikan kepada masyarakat luas, yaitu bahwa kebiasaan memakan makanan gorengan yang berlebihan berbahaya bagi kesehatan, terutama penyakit degeneratif yang saat ini angka kesakitan dan kematiannya cenderung meningkat," kata Rustika.

No comments:
Post a Comment